Analisis Performa Inter Milan Awal Musim: Perkembangan Gagliardini & Start Menjanjikan Nerazzurri

Inter Milan tampil cukup bagus dalam mengawali perjalanan mereka dalam mengarungi kompetisi Liga Italia musim 2020/2021. Raihan dua kemenangan dan satu hasil imbang mewarnai perjuangan Inter Milan dalam mengawali musim ini. Inter Milan pun berhak menduduki posisi empat dengan perolehan 7 poin di tabel klasemen sementara Liga Italia.

Dibalik performa bagus yang diperlihatkan oleh Inter Milan terdapat beberapa hal positif yang bisa diambil antara lain semakin berkembangnya Roberto Gagliardini. Sejak restart kompetisi, Gagliardini yang berposisi sebagai gelandang tengah mampu tampil lebih konsisten dan penuh semangat. Pemain yang diboyong dari Atalanta itu terlihat makin dewasa dalam bermain sehingga ia mampu jadi pilar lini tengah Inter Milan.

Tak hanya itu, temperamental yang dimiliki Gagliardini juga terlihat jauh lebih baik. Sejauh ini pemain asal Italia itu telah tampil sebanyak dua kali dalam tiga pertandingan yang telah dijalani oleh Inter Milan. Sempat hanya menjadi penghangat bangku cadangan dalam laga melawan Fiorentina pada pekan pembuka Liga Italia.

Gagliardini mampu menunjukkan kelasnya ketika menjadi starter dalam dua pertandingan terakhir. Ketika melawan Benevento pada pekan kedua Liga Italia, Gagliardini mampu tampil selama 81 menit di atas lapangan. Torehan satu gol dan satu assist berhasil diciptakan oleh Gagliardini dalam laga melawan tim yang dibesut oleh legenda AC Milan tersebut.

Inter Milan pun sukses meraih kemenangan telak dengan skor 2 5 melawan Benevento, dan Gagliardini tampil bagus dalam laga tersebut. Gagliardini kembali dipercaya untuk bermain sebagai starter kala Inter Milan harus puas berbagi poin melawan Lazio pada pekan ketiga. Pemain kelahiran Bergamo itu tercatat tampil selama 67 menit, sebelum diganti oleh Stefano Sensi.

Terlepas dari hal itu performa yang cukup bagus dari Gagliardini sepertinya akan membuat sang pemain terus menjadi starter bagi Inter Milan musim ini. Syaratnya ia mampu tampil secara konsisten dalam setiap laganya agar Antonio Conte tak sungkan mempercayakan tempat starter. Sisi positif lainnya dari performa Inter Milan awal musim ini adalah pasukan Antonio Conte tampil cukup menjanjikan meskipun gagal meraih tiga poin pada laga terakhirnya.

Pertandingan melawan Lazio memang cukup sengit keberlangsungannya di Stadion Olimpico. Kedua tim tampil dengan tempo tinggi dan gaya permainannya masing masing. Inter Milan sempat unggul terlebih dahulu setelah Lautaro Martinez berhasil mengkonversikan assist dari Ivan Perisic pada menit ke 30.

Hanya saja memang kelengahan Inter Milan pada awal babak kedua berhasil dimanfaatkan oleh tim tuan rumah. Lazio berhasil menyamakan kedudukan setelah Sergej Milinkovic Savic mencetak gol penyama skor pada menit 55. Sebelum akhirnya drama kembali berlanjut setelah masing masing tim harus bermain dengan sepuluh orang dalam laga tersebut.

Ciro Immobile (Lazio) dan Stefano Sensi (Inter Milan) harus keluar dari lapangan setelah diusir oleh pengadil lapangan atas pelanggaran yang mereka buat. Terlepas dari hal tersebut, daya juang dan performa yang cukup menjanjikan telah diperlihatkan oleh Inter Milan pada musim ini. Bukan tidak mungkin jika performa Inter Milan terus konsisten, mereka bisa mewujudkan keinginan mereka untuk meruntuhkan dominasi Juventus di Liga Italia.

Pada musim lalu, Inter Milan pada musim perdananya dibesut Conte mampu menjadi runner up Liga Italia, mereka hanya terpaut satu angka dari Juventus selaku juara. Tim berjuluk Nerazzurri itu juga mampu menjadi finalis Liga Eropa dan semifinal Coppa Italia. Hanya masalah konsistensi yang harus mampu dipertahankan Inter Milan untuk bisa bersaing lebih baik pada musim ini.

Berkaca dari pengalaman tersebut, Conte dan Inter Milan sepertinya terlihat semakin kuat pada musim ini. Apalagi Inter Milan sudah memiliki kedalaman skuad yang luar biasa untuk bisa bersaing kembali di jalur juara. Atas berbagai alasan itulah sepertinya Inter Milan memiliki peluang besar untuk meruntuhkan dominasi Juventus yang telah bertahan sembilan musim di Liga Italia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *